Pertolongan Tuhan selalu tepat waktu. Tidak pernah terlambat sedikitpun. Seperti yang saya alami kemarin.
Di tengah-tengah luapan pemikiran tentang apa yang harus saya lakukan untuk memenuhi beberapa kebutuhan penting, serta gemuruh langkah kaki raksasa yang bagai Goliat hendak menjatuhkan Daud dan kini hadir tepat di depan saya, saya pun lalu membuka pintu Hadirat Tuhan dan berlutut, memanggil namaNya.
Gemetaran saya berangsur hilang. Rasa takut sudah pergi entah kemana. Para raksasa tampaknya kehilangan minat terhadap saya dan mereka pun melesat terbang mencari pikiran-pikiran lain yang bisa direcoki. Sisa hari itu saya lalui dengan santai. Permasalahan memang masih ada dan belum terselesaikan, namun saya tidak ingin masuk ke dalam perangkap. Saya tetap melangkah sambil mengingat-ingat beberapa janji Tuhan dalam kitab Mazmur.
Dan… setelah beberapa jam, datanglah kabar baik itu. Terpujiah Tuhan! Terpujilah Tuhan yang selalu menolong anakNya.
Ini sepenuhnya bukan karena kerajinan dan ketekunan saya membaca janji-janji Tuhan dalam Alkitab, ini murni karena kasih Tuhan yang amat berlimpah kepada saya. Kerajinan dan ketekunan tentu diperhatikanNya juga, dua hal itulah salah satu yang membuatNya bahagia.
Ini semuanya bukan tentang saya, uang dan segala kebutuhan-kebutuhan saya. Apalah arti uang dan segala kebutuhan itu tanpa kehadiran Tuhan dalam kehidupan saya. KehadiranNya nyata. KehadiranNya melegakan. KehadiranNya membawa kedamaian.
Ini bukan melulu tentang kehendak saya yang ingin ini itu, bila ada hal ini saya senang, bila ada hal itu saya bisa tenang. Bukan. Ini semua tentang kehendakNya. Tidak penting apakah saya senang, atau saya bisa tenang, tapi kehendakNya yang jadi dalam hidup saya. Ini yang membuat saya senang… dan tenang.
KehendakMu saja yang jadi ya Tuhan. Karena aku percaya, Engkau tahu yang terbaik dan menyiapkan yang terbaik pula bagiku. Dan aku percaya, Engkau datang untuk menolongku selalu tepat sesuai waktuMu. Amin.